Di 2025 ini, semakin banyak bisnis di Indonesia yang mulai serius mengalokasikan budget untuk iklan online. Salah satu channel yang paling sering dipakai adalah Google Ads. Alasannya sederhana: orang Indonesia sangat sering “googling” sebelum membeli sesuatu—mulai dari cari jasa, produk, sampai banding-banding harga. Kalau kamu paham cara beriklan di Google Ads dengan benar, iklanmu bisa muncul tepat di depan orang yang memang sedang butuh solusi.
Artikel ini akan membahas cara beriklan di Google Ads untuk pemula secara runtut, dari persiapan, langkah teknis, sampai optimasi. Kamu tidak perlu background teknis yang rumit. Cukup baca pelan-pelan, ikuti langkahnya, dan kamu sudah punya fondasi yang jauh lebih kuat dibanding sebagian besar pengiklan baru.
Selain itu, panduan ini juga akan menggabungkan elemen penting seperti panduan Google Ads, cara pasang Google Ads, serta beberapa tutorial Google Ads praktis agar kamu bisa langsung praktek, bukan cuma paham teori.
Apa Itu Google Ads?
Google Ads adalah platform iklan berbayar milik Google yang memungkinkan kamu menampilkan iklan di berbagai tempat dalam ekosistem Google: halaman hasil pencarian (Google Search), YouTube, Gmail, dan jaringan website atau aplikasi mitra Google.
Secara sederhana, alurnya seperti ini:
- Kamu memilih target (kata kunci / audience / lokasi)
- Kamu membuat iklan (headline, deskripsi, gambar/video)
- Kamu menentukan budget dan cara Google membelanjakan uangmu (bidding)
- Iklanmu tampil ke orang yang sesuai target, dan kamu membayar ketika terjadi klik atau tayangan (tergantung tipe kampanye)
Kenapa Google Ads efektif untuk bisnis di Indonesia?
- User base besar: orang Indonesia banyak mencari produk/jasa lewat Google sebelum membeli.
- Intent tinggi: orang yang mengetik kata kunci “jasa pembuatan website Jakarta” biasanya memang sedang mencari solusi, bukan sekadar “scrolling santai”.
- Bisa mulai dengan budget kecil: tidak harus langsung jutaan; yang penting strateginya benar.
- Bisa diukur secara rinci: kamu bisa melihat berapa banyak klik, leads, atau penjualan yang datang dari iklan.
Jenis-Jenis Iklan di Google Ads
Sebelum masuk ke cara pasang Google Ads, penting untuk paham dulu tipe-tipe kampanye. Jangan asal pilih, karena jenis iklannya akan sangat berpengaruh ke hasil.
Search Ads
Ini adalah iklan teks yang muncul di halaman hasil pencarian Google ketika seseorang mengetik kata kunci tertentu. Biasanya ditandai dengan label kecil “Sponsored” atau “Ad”.
Contoh:
Seseorang mengetik “jasa konsultan pajak bandung”. Kalau kamu punya kampanye Search Ads dengan kata kunci tersebut, iklanmu bisa muncul di bagian atas hasil pencarian.
Cocok untuk:
- Jasa lokal (dokter gigi, bengkel, klinik kecantikan, konsultan, pengacara, dsb.)
- Produk dengan intent jelas (orang memang sudah niat beli/cari info serius)
Display Ads
Iklan berbentuk banner (gambar) yang muncul di website atau aplikasi yang bekerja sama dengan Google (Google Display Network).
Contoh:
Banner promo kursus online yang muncul di blog berita, forum, atau website hobi.
Cocok untuk:
- Brand awareness
- Retargeting pengunjung website
- Menjaga brand tetap “muncul di mana-mana” bagi audience tertentu
YouTube Ads
Iklan yang muncul di YouTube, baik sebelum video (pre-roll), di tengah, atau di bagian rekomendasi.
Contoh:
Video 15–30 detik yang muncul sebelum penonton melihat konten utama.
Cocok untuk:
- Storytelling
- Edukasi produk
- Membangun trust (karena orang bisa melihat wajah & suara brand-mu)
Performance Max
Performance Max (PMax) adalah tipe kampanye otomatis yang memanfaatkan seluruh inventory Google (Search, Display, YouTube, Gmail, Discover) dalam satu kampanye. Kamu memberikan aset (headline, deskripsi, gambar, video) dan sinyal audiens; Google yang mengoptimasi penayangannya.
Cocok untuk:
- Bisnis yang sudah punya data konversi (leads/penjualan) dan ingin scale
- Toko online (e-commerce) yang punya banyak produk
Tapi untuk pemula, sebaiknya jangan langsung “serahkan semua ke otomatis” tanpa memahami dasar Search Ads dulu. Kalau tidak, kamu akan sulit menganalisa apa yang sebenarnya bekerja.
Remarketing
Remarketing memungkinkan kamu menargetkan kembali orang-orang yang sudah berinteraksi dengan bisnismu, misalnya:
- Sudah pernah ke website
- Sudah memasukkan produk ke keranjang tapi belum checkout
- Sudah menonton video YouTube-mu
Remarketing umumnya lebih efektif dan lebih murah per konversi, karena audiensnya sudah “kenal” brand-mu. Sayangnya banyak pengiklan pemula di Indonesia melewatkan ini dan hanya fokus ke traffic baru.
Persiapan Sebelum Beriklan di Google Ads
Banyak pemula yang langsung klik “New Campaign” tanpa persiapan. Hasilnya? Budget habis, leads sedikit, lalu menyalahkan Google Ads. Sebelum masuk ke cara beriklan di Google Ads langkah demi langkah, siapkan dulu fondasinya.
Tentukan tujuan kampanye
Tanya diri sendiri: tujuan utamaku apa?
Beberapa contoh tujuan:
- Mengumpulkan leads (form, WhatsApp, telepon)
- Menjual produk (transaksi di website)
- Meningkatkan booking (reservasi klinik, hotel, restoran)
- Meningkatkan awareness brand
Tujuan ini akan mempengaruhi:
- Jenis kampanye yang dipilih
- Cara kamu mengukur keberhasilan (KPI)
- Cara mengatur budget dan bidding
Kalau kamu cuma berpikir “yang penting banyak klik”, itu sudah salah dari awal. Klik banyak tapi tidak berkualitas hanya menghabiskan uang.
Riset kata kunci
Untuk Search Ads, riset kata kunci adalah salah satu hal paling penting. Jangan hanya pakai keyword umum seperti “jasa desain”, “jual baju”, atau “kursus online”.
Gunakan kombinasi:
- Keyword spesifik (misalnya: “jasa desain logo murah jakarta”, “kursus SEO online bersertifikat”)
- Keyword yang menunjukkan intent transaksi (misalnya: “harga”, “jasa”, “pesan”, “beli”)
Kata kunci long-tail (frasa lebih panjang dan spesifik) biasanya:
- Lebih murah biaya per klik
- Lebih tertarget
- Lebih berpotensi konversi
Di sinilah keyword turunan seperti google ads untuk pemula atau tutorial google ads juga bisa digunakan untuk artikel edukasi dan landing page, sementara kata kunci niat beli dipakai untuk kampanye iklan.
Siapkan landing page yang relevan
Kesalahan besar: mengarahkan semua iklan ke homepage.
Jika iklanmu menawarkan “Jasa Pembuatan Website UMKM Mulai 1 Juta”, jangan arahkan ke homepage yang berbicara segala macam jasa. Buat landing page khusus yang:
- Judul utamanya sesuai dengan janji di iklan
- Menampilkan penjelasan singkat, benefit, dan bukti sosial (testimoni/portofolio)
- Menyertakan CTA yang jelas (tombol WhatsApp, form, atau tombol beli)
Google menilai relevansi antara keyword – iklan – landing page. Relevansi tinggi = quality score lebih baik, biaya per klik bisa lebih murah.
Siapkan akun pembayaran
Kamu bisa menggunakan:
- Kartu kredit/debit
- Beberapa metode pembayaran lokal (tergantung kebijakan terbaru & negara)
Pastikan:
- Limit kartu mencukupi
- Kamu paham sistem prepaid vs postpaid (pembayaran di muka vs ditagih setelahnya)
- Alamat penagihan dan data pajak (jika perlu invoice)
Cara Beriklan di Google Ads (Langkah Demi Langkah)
Sekarang masuk ke bagian utama: cara pasang Google Ads secara teknis. Anggap kamu ingin menjalankan Search Ads sederhana untuk mendapatkan leads WhatsApp atau form.
Buat akun Google Ads
- Masuk ke:
ads.google.com - Login menggunakan akun Google (Gmail) yang akan kamu gunakan untuk bisnis.
- Saat pertama kali login, Google kadang menawarkan “Smart Campaign” (mode sederhana).
- Sebaiknya pilih opsi Switch to Expert Mode (biasanya ada link kecil di bawah).
- Bukan berarti kamu harus jadi “expert”, tapi mode ini memberi kontrol jauh lebih besar.
Pilih jenis kampanye
Untuk pemula, biasanya dua opsi ini paling masuk akal:
- Search → kalau tujuanmu leads/penjualan dari orang yang sedang mencari di Google.
- Performance Max → kalau kamu sudah punya konversi dan ingin Google membantu distribusi, tapi ini sebaiknya dipakai setelah paham dasar.
Karena fokus kita adalah cara beriklan di Google Ads untuk pemula, kita pakai contoh Search Campaign dulu.
Di tahap ini kamu akan diminta memilih goal, misalnya:
- Sales
- Leads
- Website traffic
Kalau tujuanmu mengumpulkan leads (WhatsApp/form), pilih Leads atau Website traffic sesuai setup-mu.
Tentukan lokasi & audiens
Langkah berikutnya:
- Pilih negara/kota target.
- Kalau bisnismu lokal (misalnya klinik di Bandung), jangan target seluruh Indonesia.
- Lebih baik pilih radius sekitar kota atau area spesifik.
- Pilih bahasa yang digunakan (umumnya Bahasa Indonesia + English untuk berjaga-jaga).
Banyak pemula yang salah di sini: mereka ingin hemat budget tapi targetnya terlalu luas. Logikanya, kalau budget terbatas, target juga harus fokus agar data yang masuk lebih jelas.
Masukkan keyword (untuk Search Ads)
Ini bagian penting dari panduan Google Ads untuk pemula.
Contoh bisnis: Jasa konsultan pajak di Bandung.
Daripada hanya pakai keyword:
- konsultan pajak
- jasa pajak
Lebih spesifiklah menjadi:
- konsultan pajak bandung
- jasa konsultan pajak bandung
- konsultan pajak umkm bandung
- jasa urus pajak perusahaan bandung
Gunakan kata kunci yang:
- Mengandung lokasi (kalau bisnismu lokal)
- Mengandung intent (jasa, biaya, harga, sewa, pesan)
- Menggambarkan kebutuhan nyata user
Kamu juga bisa mengelompokkan keyword menjadi beberapa ad group sesuai tema (misalnya grup “bandung”, grup “umkm”, grup “perusahaan”).
Atur budget dan bidding
Di tahap ini kamu akan menentukan:
- Daily budget (budget harian)
- Bidding strategy (cara Google mengatur penawaran di lelang iklan)
Untuk pemula:
- Mulai dengan budget harian yang masih “nyaman”, misalnya Rp50.000–Rp150.000 per hari per kampanye, tergantung nilai transaksi produk/jasamu.
- Kalau margin bisnismu tipis, jangan berharap “ajaib” dengan budget terlalu kecil dan durasi kampanye pendek. Data butuh waktu.
Bidding strategy yang sering dipakai:
- Maximize clicks → cocok di awal jika kamu ingin mengumpulkan klik dan data.
- Maximize conversions / Target CPA → dipakai setelah kamu punya data konversi yang cukup dan sudah memasang conversion tracking.
Jangan langsung pakai target CPA agresif jika belum ada data. Google akan kesulitan mengoptimasi.
Buat iklan (headline, deskripsi, URL)
Di tahap ini, kamu menulis copy iklan:
Beberapa tips praktis:
- Headline harus jelas dan relevan dengan kata kunci.
- Masukkan elemen berikut:
- Apa jasa/produkmu
- Untuk siapa (targetnya siapa)
- Benefit utama (hemat waktu, harga transparan, garansi, dsb.)
- CTA (Hubungi Kami, Konsultasi Gratis, Pesan Sekarang, dll.)
Contoh (untuk jasa pembuatan website):
Headline contoh:
- Jasa Pembuatan Website UMKM
- Website Profesional Mulai 1 Juta
- Gratis Konsultasi Strategi Digital
Deskripsi contoh:
Butuh website profesional untuk bisnis? Tim kami berpengalaman membantu UMKM di Indonesia go online. Desain responsif, mobile friendly, dan SEO-ready. Konsultasi gratis via WhatsApp.
Pastikan URL yang ditampilkan (display path) juga rapi, misalnya:
www.namadomainmu.com/jasa-website-umkm
Review & publish kampanye
Sebelum menekan tombol publish:
- Cek kembali:
- Lokasi target sudah benar?
- Bahasa sudah sesuai?
- Budget harian sudah realistis?
- Keyword sesuai intent?
- Landing page sudah siap?
Setelah itu, publish kampanye. Google biasanya butuh waktu untuk review iklan (umumnya cepat, tapi bisa beberapa jam). Setelah iklan aktif, jangan langsung panik kalau hasil 1–2 hari pertama belum stabil. Yang penting, kamu sudah menyiapkan struktur dengan benar.
Tips Agar Google Ads Lebih Efektif
Setelah tahu langkah teknis cara beriklan di Google Ads, langkah berikutnya adalah optimasi. Di sinilah banyak pemula kalah: mereka pasang iklan, lalu ditinggal. Seharusnya justru dipantau dan diperbaiki.
Gunakan kata kunci long-tail
Kata kunci long-tail adalah frasa yang lebih panjang dan spesifik, misalnya:
- “jasa desain logo profesional untuk umkm”
- “kursus google ads untuk pemula online”
- “jasa konsultan pajak perusahaan bandung”
Keunggulannya:
- Persaingan seringkali lebih rendah
- Intent user biasanya lebih jelas
- Biaya per klik cenderung lebih murah
Jangan hanya mengejar keyword besar seperti “jasa iklan”, “kursus digital marketing”. Kombinasikan dengan long-tail supaya kampanye lebih efisien.
Tambahkan negative keywords
Negative keywords adalah kata-kata yang kamu blacklist agar iklanmu tidak tampil untuk pencarian tertentu.
Contoh:
- Kamu jual kursus berbayar, tapi tidak ingin muncul saat orang mencari “gratis”, “free”, “download”.
- Kamu hanya melayani kota tertentu, jadi kamu tambahkan kota lain sebagai negative jika dirasa tidak relevan.
Ini salah satu trik penting yang sering diabaikan. Padahal, dengan negative keywords, kamu bisa menghemat budget dari klik yang tidak punya potensi jadi pelanggan.
Optimalkan landing page
Jangan berharap hasil maksimal jika landing page-mu:
- Lambat dibuka
- Tidak mobile friendly
- Isinya tidak nyambung dengan iklan
Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan:
- Headline di landing page harus memperkuat janji di iklan.
- Tampilkan benefit secara jelas dan singkat (bukan paragraf panjang bertele-tele).
- Letakkan CTA yang mudah diakses (tombol WhatsApp, form singkat, atau tombol “Pesan Sekarang”).
Pantau quality score
Quality Score adalah skor dari Google yang menilai kombinasi:
- Relevansi keyword dengan iklan
- Relevansi landing page
- CTR (click-through rate)
Quality Score yang baik dapat:
- Menurunkan biaya per klik
- Membantu iklanmu tampil di posisi lebih baik
Walaupun kamu tidak perlu obsesif dengan angka, minimal pahami bahwa sekadar “naikkan bid” tidak bisa selalu mengalahkan relevansi.
Uji A/B terhadap headline & deskripsi
Jangan puas dengan satu versi iklan. Buat beberapa variasi:
- Headline berbeda (fokus ke harga, kecepatan, garansi, dsb.)
- CTA berbeda (Daftar Sekarang, Cek Harga, Konsultasi Gratis)
Lalu lihat:
- Mana yang CTR-nya lebih tinggi
- Mana yang menghasilkan konversi lebih banyak
Ini bagian dari tutorial Google Ads yang sering tidak dibahas: optimasi kreatif. Padahal, kadang hanya dengan mengganti satu kata di headline, performa bisa berbeda jauh.
Kesalahan Umum Saat Beriklan di Google Ads
Biar tidak mengulang kesalahan banyak pemula, perhatikan hal-hal berikut.
Keyword terlalu umum
Menggunakan keyword seperti “kursus”, “trainer”, “sewa mobil” tanpa lokasi/segmentasi akan membuat iklanmu tampil ke terlalu banyak pencarian yang tidak relevan. Hasilnya: klik banyak, leads sedikit.
Landing page tidak relevan
Iklan bicara soal promo tertentu, tapi landing page tidak menjelaskan promo itu dengan jelas. Orang bingung, lalu keluar. Google menangkap sinyal buruk (bounce), dan performa kampanye menurun.
Budget tidak realistis
Harapannya: dengan budget Rp20.000 per hari, bisa dapat ratusan leads. Realitanya: tergantung niche, kompetisi, dan nilai produkmu. Kalau di industrimu rata-rata CPC sudah Rp5.000–10.000, jangan kaget kalau dengan budget kecil datanya sangat terbatas.
Tidak menggunakan negative keywords
Tanpa negative keywords, iklan bisa muncul di banyak pencarian yang sebenarnya tidak kamu mau. Ujung-ujungnya, biaya terbuang ke klik-klik yang tidak punya niat membeli.
Tidak memantau kampanye
Google Ads itu bukan “set and forget”. Minimal, cek:
- Query apa saja yang memicu iklanmu
- Iklan mana yang CTR-nya rendah
- Jam / hari apa yang performanya baik/buruk
Tanpa pemantauan, kamu hanya “deposit” uang ke Google tanpa strategi.
Berapa Budget Ideal untuk Mulai Google Ads?
Pertanyaan klasik: “Mulai dari berapa ya?”
Jawabannya: tergantung industri, harga produk, dan targetmu. Tapi untuk memberikan gambaran realistis di konteks Indonesia, kita bisa buat skenario sederhana.
Contoh 1: Jasa lokal (misalnya: jasa desain logo untuk UMKM)
- Harga paket: Rp1.000.000
- Target: minimal 3 pelanggan per bulan dari Google Ads
- CPC rata-rata (misal): Rp2.000–Rp5.000 per klik
Kalau conversion rate dari klik ke pelanggan 3–5%, maka:
- Butuh sekitar 20–35 klik untuk 1 pelanggan
- Butuh sekitar 60–100 klik untuk 3 pelanggan
Dengan CPC Rp3.000 (rata-rata):
- 100 klik x Rp3.000 = Rp300.000 per bulan
Artinya, dengan budget Rp300.000 per bulan (sekitar Rp10.000 per hari), sebenarnya masih mungkin dapat beberapa pelanggan kalau semua elemen (keyword, iklan, landing page) sudah cukup bagus. Tapi ini skenario optimis. Di awal, conversion rate biasanya lebih rendah karena kamu masih belajar.
Lebih realistis:
- Mulai di kisaran Rp50.000–Rp150.000 per hari per kampanye
- Jalankan kampanye minimal 2–4 minggu untuk mendapatkan data
Contoh 2: Produk online (misalnya: kursus online Rp500.000)
Kalau margin produk besar dan pasarnya luas, kamu bisa mulai dengan:
- Budget harian Rp100.000–Rp300.000
- Fokus dulu di Search Ads dengan keyword spesifik
- Setelah data cukup, baru pertimbangkan Performance Max atau kampanye lebih kompleks
Intinya, budget kecil bukan berarti mustahil, tapi kamu harus realistis dengan ekspektasi dan sabar mengoptimasi.
Sekarang kamu sudah punya gambaran lengkap tentang cara beriklan di Google Ads untuk pemula: mulai dari apa itu Google Ads, jenis-jenis iklan (Search, Display, YouTube, Performance Max, Remarketing), persiapan penting sebelum iklan jalan, langkah teknis membuat kampanye, sampai tips optimasi dan kesalahan umum yang perlu dihindari.